
Aturan ini sudah berlaku pada saat Event Pensi JKT48 di SMA Perguruan Cikini yang lalu, hampir semua Fotografer atau biasa disebut Wotagrafer tidak ada yang mengeluarkan Kamera andalan mereka untuk mengambil gambar. Bagi yang melanggar tidak tanggung" sanksinya, Kamera akan disita/ Memory Card akan di Format ulang.
Aturan ini mendapat respon terutama para Wotagrafer yang biasa mengabadikan Member JKT48 ke dalam Kamera mereka, mereka menganggap Fotografer adalah Hobinya. Namun akibat Peraturan seperti ini, hobi mereka tidak dapat tersalurkan secara leluasa.
Salah satu momen berhasil tertangkap saat salah satu Fotografer yang biasa memotret JKT48 bertanya kepada Ratu Vienny Fitrilya (Viny) tentang larangan memotret di Event resmi JKT48.
"karena ada beberapa orang yang tidak menghargai fotonya selayaknya karya..."
"maksudnya ??"
Tentu kita masih ingat tentang salah satu Gambar "Salkus" dari Shinta Naomi saat perform Utsukushi Inazuma di Event Gingham Check Handshake Festival yang lalu.
3 Tweet Naomi tentang Foto "Salkus"nya |
Karena alasan ini, JOT telah membuat aturan tersebut dengan bertujuan melindungi Membernya dari Gambar" yang menyeleweng. Namun, peraturan ini hanya berlaku di Event Resmi JKT48 saja, Event" yang mengundang JKT48 masih bisa menyalurkan hobi mereka sebagai Fotografer.
Jadi, walaupun sulit diterima, kita sebagai Fans JKT48 harus mengikuti semua peraturan yang telah dibuat supaya Event yang telah diselenggarakan bisa berjalan dengan lancar dan aman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar